
Suryati adalah seorang Asisten Rumah Tangga yang terus berjuang untuk menghidupi dua putra nya, Hasan dan Husein. Ia telah menjadi tulang punggung sejak ditinggal pergi suami nya beberapa tahun lalu.

Suryati terpaksa putus sekolah saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar karena alasan ekonomi. Karena itu, sampai saat ini ia tidak bisa membaca dan kesulitan untuk menulis.

Dalam satu hari, sebanyak tiga rumah harus ia datangi demi sesuap nasi dan demi dapat bertahan hidup bersama dua putra tercinta nya. Hanya dengan bermodal sendal dan payung, ia berjalan dibawah terik nya matahari maupun hujan.

Setiap hari ia menghabiskan waktu nya dengan peralatan rumah tangga dan juga pekerjaan rumah tangga yang tidak mudah. Tangan yang selalu berendam air, tangan yang selalu merasakan panasnya setrika, juga keringat yang terus menerus berjatuhan tidak menyurutkan semangat nya.

Air sabun, kain pel, sapu, dan peralatan rumah tangga lainnya sudah menjadi teman baik nya. Sering kali ia merasa lelah dengan pekerjaan rumah tangga yang sangat berat dan melelahkan ini.

Tetapi apa boleh buat, itu lah keseharian yang harus ia jalani lagi-lagi demi kedua putra nya. Sebelum berangkat menuju rumah pertama, ia juga harus membereskan dan merapihkan pekerjaan rumah nya sendiri.

Setiap rumah yang ia datangi, pekerjaan pertama yang ia lakukan saat tiba di tempat bekerja nya adalah menyapu dan mengepel. Jika hari ini adalah waktu nya untuk mencuci, ia akan melanjutkan pekerjaan dengan menyuci pakaian. Jika tidak, ia akan langsung menyetrika.

Panas yang dihasilkan sertira, terkadang mangenai tangan Suryati dan menjadikannya luka. Menurut Suryati, lukanya ini dapat menghambat pekerjaannya. Tetapi ia harus kuat untuk menahannya.

Terlalu sering berjalan diatas aspal panas dengan sandal yang tipis, kaki nya sering mengalami kapalan. Selain kapalan, telapak kaki Suryati juga mengalami pecah-pecah.

Dan karena selalu mencuci baju dan bertemu air sabun yang keras, tangan Suryati juga sering terluka maupun lecet karena terlalu kering. Walau begitu, ia harus terus berjuang demi keluarga kecilnya.